PAGI KU UNTUKMU


RESTITUSI PENDIDIKAN

https://drive.google.com/file/d/1J-GsEFxlE2mSp2r-CHjLSXeBOqJg53gO/view?usp=drivesdk

Salam literasi untuk berbagi.

Peran dan fungsi guru harus multi aksi dan memahami diferensiasi.

Alhamdulillah, sekian lama fakum literasi membuat otot dan pikir kian terpatri. Ada saat nya kita diam namun penuh hati dan pada sisi lain giat membaca namun malas membuat catatan. Hal ini muncul karena situasi dan kondisi yang juga berbeda. Cita cinta leterasi selalu ada untuk berbagi dalam dan luar negeri. 

"Do the best will be better than to be a best"

Saya coba di segmen awal mencoba menggugah angan untuk berbuat. Perjuangan dalam proses pendisiplinan sebuah jati diri memerlukan banyak latihan dan pikiran, perjuangan dan pembiayaan tentunya. Belajar disiplin di ibaratkan sebagai petani yang sedang bercocok tanam, kapan mulai proses pembenihan sampai pada saat panen. Perlu perawatan dan ketelatenan dalam perawatan nya.

Di pagi hari adakalanya seorang guru sedikit memberikan ucapan dengan suara yang agak lantang dalam mengarahkan dan mengaktifkan kedisiplinan anak. Mulai saat jam nol semua siswa harus hadir di sekolah dengan semua kesiapan nya. Mungkin ada satu dua tiga anak yang datang terlambat namun ini adalah proses dan mungkin)) ini tidak usah di kuatirkan karena dalam fase berikutnya akan lebih tertata dan lebih aktif mengikuti kegiatan.

Dan masuk hari kedua ternyata suasana sudah berbeda. Masih ada satu siswa yang datang terlambat, namun guru tidak memberikan teguran ataupun sangsi seperti pada proses awal. Posisi guru bukan lagi sebagai penghukum dan pemberi sangsi namun sebagai teman dan rekan kerja. Ternyata dalam posisi ini peran guru belum sepenuhnya memiliki semangat peran dan nilai seorang guru.

Dan tibalah saat yang di tunggu-tunggu tiba. Guru hebat dapat beralih peran menjadi manager pendidikan. Guru bukan pimpinan  sebuah lembaga pendidikan, sekolah ataupun madrasah. Guru hebat akan sealu bergerak, tergerak dan menggerakkan mobilitas lingkungannya. Guru penggerak akan selalu bergerak dan menggerakkan. Cita-cita pendidikan KHD memiliki ruang luas dalam transformasi peran dan nilai guru serta budaya positif bagi siswa. 

Anak didik yang biasa datang terlambat merasa diperhatikan dan diberikan ruang yang lebih dalam merubah kebiasaannya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dengan sentuhan positif dari manager melalui pemahaman kebiasaannya (asbabun Nuzul) ketidak disiplinan anak terjadi kemudian memberikan asumsi dan ilustrasi kebaikan sekaligus pemecahan masalahnya yang akan memberikan kenyamanan anak dalam merubah kebiasaan dan pembiasaan nya. 

Bersambung ...

Comments

Popular posts from this blog

9 cara hidup bahagia menurut Islam

DEEP LEARNING BAGI GURU PAI DALAM PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL AI

pengajian rutin malam Selasa malam Rabu Minggu ke 3